Kisah Pedang Langit dan Golok Pembunuh Naga (tradisional: 倚天屠龍記; sederhana: 倚天屠龙记; pinyin: Yǐ Tiān Tú Lóng Jì) adalah novel silat karangan Jin Yong, merupakan bagian ketiga dari Trilogi Rajawali. Pertama kali diterbitkan sebagai serial di harian Ming Pao Juli tahun 1961.[1]
Sebagaimana novel Trilogi Rajawali lainnya, kisah ini telah berulang kali diterjemahkan dalam berbagai bahasa dan media diantaranya film, serial televisi serta komik.
Walaupun dimaksudkan sebagai bagian terakhir dari Trilogi Rajawali, namun jarak waktu dengan kedua novel sebelumnya adalah lebih dari 100 tahun, sehingga tidak berkaitan langsung. Novel ini lebih menekankan pada intrik antara partai sesat dan partai lurus, kemunafikan partai yang dianggap lurus serta kiprah tokoh utamanya Thio Boe Ki dalam membela partai yang dianggap sesat dan menyatukan perpecahan di kalangan dunia persilatan sehingga dapat melawan penjajah.
Cerita
HSDS merupakan bagian terakhir dari Trilogi Rajawali. di Indonesia sendiri dikenal dengan nama Golok Pembunuh Naga. Memang bila diamati, cerita yg disajikan terasa meloncat dari dua trilogi sebelumnya.Heaven Sword and Dragon Sabre tidak lagi menceritakan Pendekar Utara Guo Jing ataupun Si Gila Barat Yang Guo pun juga tidak menceritakan Guo Xiang putri Guo, Jing tapi lebih menitik beratkan pada tokoh Zhang Wuji (Thio Boe Ki) yg merupakan cucu murid dari Zhang Sanfeng (Thio Sam Hong), sahabat dari Guo Xiang.
Kisah Heaven Sword and dragon sabre berlatar belakang di masa pemerintahan dinasti Yuan (Goan) atau Mongolia. Berbeda dengan dua trilogi sebelumnya yg berlatar Dinasti Song, cerita memang bergulir sekitar seratus tahun dari ketika Yang Guo meninggalkan pertemuan di Hoa San dan kejatuhan Kota Xiang Yang di tangan pasukan Mongolia. Jin Yong dikabarkan tidak sampai hati untuk menceritakan bagaimana Sang Pendekar Besar Guo Jing gugur bersama istrinya Huang Rong dan kedua putanya Guo Pou Nu & Guo Fu. Mereka semua gugur dalam mempertahankan kota Xiang Yang.Putri bungsu mereka- Guo Xiang, selamat karena pergi dari xiang yang untuk mencari Yang Guo & Xiao Long Nu.
Sebelum kejatuhan kota Xiang Yang, Huang Rong yg cerdik & sedikit mengetahui ilmu meramal dari ayahnya, mengambil pedang berat milik Yang Guo yg ditinggalkan untuk mereka & meleburnya menjadi dua senjata hebat yg menggegerkan dunia persilatan. Kedua senjata itu adalah Golok Pembunuh Naga (Tu Long Dao) & Pedang Langit (Ie Thuan Jian). Kedalam kedua senjata itu Huang Rong & GuoJing memasukkan Kitab Wu Mu (Kitab Perang Bu Bok peninggalan Jendral Yue Fei), kitab Ilmu Sembilan Bulan (Jiu Yin Zhen Jing) & Kitab Ilmu 18 Tapak Menaklukkan Naga (Xiang Long Shi Ba Zhang). Huang Rong yg melihat putri bungsunya punya sedikit perasaan terhadap Yang Guo, juga dibuatkan sebuah cincin dari bahan yg sama-dimana kelak cincin itu beserta Pedang Langit akan menjadi senjata pusaka Partai E Mei yg didirikan oleh Guo Xiang.
Huang Rong berharap kelak ada pendekar besar yg menguasai kedua senjata tersebut & mempergunakannya untuk mengusir bangsa Mongol dari Daratan China.Ketika kedua senjata tersebut selesai, Huang Rong menyerahkan Golok Naga pada Guo Puo Nu & Pedang Langit pada Guo Xiang. Tidak lama setelah kepergian Guo Xiang dari Xiang Yang, pasukan besar Mongol datang menyerbu secara besar-besaran dan tewaslah para pendekar-pendekar tersebut dan Golok Naga pun kemudian hilang & selalu berpindah-pindah tangan. Para pendekar dunia persilatan saling bertarung untuk memperebutkan Golok Naga & juga Pedang langit, namun mereka tidak tahu rahasia yang ada dibalik kedua senjata tersebut kecuali ketua Partai E Mei.
Cerita berpusat pada jagoan utama kita yaitu Zhang Wuji yang berayahkan Pendekar Kelima Wudang Zhang Cuisan & beribukan Yin Susu dari Partai yg dianggap sesat-Partai Elang Langit dari klan Ming. Sejak kecil Wuji hidup bersama ayah angkatnya Xie Xun & kedua orang tuanya di Pulau Terpencil.Ketika kemudian kembali di China daratan, dimulailah masa-masa berat Wuji. Kedua orang tuanya bunuh diri karena tidak mau mengatakan keberadaan Xie Xun-yg memegang Golok Naga dan Wuji sendiri terkena Racun Tapak dingin dari dua tetua Xuan Ming, dimana racun tersebut hanya bisa diobati dengan belajar ilmu Sembilan Matahari (Jiu Yang Zhen Jing) yg telah lama menghilang.namun nasib baik memang selalu menyertai Wuji. Dimulai dengan belajar ilmu pengobatan dari Tabib Hu Qingniu & secara tidak sengaja menemukan Kitab Ilmu Sembilan Matahari di dalam perut seekor Gorila Putih, maka sembuhlah racun Wuji & semakin digdaya ilmunya. Selain itu Wuji juga berhasil mendamaikan perseteruan antara Sekte Ming/Beng Kauw (yg dianggap sesat) dengan enam Aliran Besar di persilatan. Masih ditambah bonus Wuji menemukan Kitab Tertinggi Sekte Ming yaitu Ilmu Memindahkan Langit & Bumi (Qian Kun Ta Nu Yi) dan membuatnya semakin hebat ilmu silatnya.
Dalam perjalanan hidupnya, Wuji selalu diliputi kegalauan dengan wanita-wanita disekelilingnya, dimana ia sulit untuk memutuskan siapa yg paling cocok untuknya, dimulai dari Yin Li-saudari sepupunya yg jatuh hati padanya sejak kecill hanya karena digigit tangannya oleh Wuji, Xiao Cao sang Ketua Beng Kauw cabang Persia, Zhuo Zhiruo murid E Mei yg dikenalnya sejak kecil dan yang terakhir Zhao Min sang Putri dari raja muda Mongolia.Dia akhir cerita akhirnya Wuji menjatuhkan pilihan terhadap Zhao Min & melepaskan jabatan ketua Beng Kauw dan kesempatan untuk menjadi kaisar karena Sekte Ming berhasil menjatuhkan Dinasti Yuan di bawah kepemimpinannya dan akhirnya menyerahkan tahta pada Zhu Yuanzhang-jendral nya di Sekte Ming untuk menjadi Kaisar dinasti Ming yg pertama.Zhang Wuji & Zhao Min sendiri pergi meninggalkan hiruk pikuknya dunia persilatan.
Ending
Ending edisi ke-1:
Zhao Ming melihat Wuji selesai menulis surat untuk Yang Xiao, kuas tulis di tangan Wuji belum diletakkan dan wajahnya muram, Zhao Ming berkata,
"Kakak Wuji, kau pernah berjanji melakukan 3 hal untukku, yang pertama meminjamkan Golok Naga, yang kedua tidak mdnikah dengan nona Zhou, dua hal ini sudah dilaksanakan. Masih ada hal ketiga, kau tidak boleh mengingkari janjimu."
Wuji terkejut berkata, "Kau... kau... masih ada hal aneh apa lagi yang ingin aku lakukan?"
Zhao Ming tertawa senang berkata, "Alisku terlalu tipis, kau bantulah aku menggambarnya. Hal ini tidak melanggar nilai pendekar bukan?"
Wuji mengangkat kuasnya tersenyum berkata: "Mulai saat ini, setiap hari aku akan menggambar alismu." TAMAT
----------------------------------------------------------- Ending edisi ke-1 di bawah ini diterjemahkan langsung dari versi aslinya. Ada sedikit perbedaan dengan versi Indonesia terbitan Tunas Tanjak, sbb:
Buku 80, halaman 46: Kembali waktu Boe Kie tengah menulis surat panjang lebar untuk Yo Siauw. Tio Beng melihat Muwpit (pena tulis Tionghoa) di tangan Boe Kie itu masih basah dan belum diletakkan, sikap Boe Kie juga lesu dan mukanya muram, maka katanya.
"Engko Boe Kie, kau pernah berjanji akan melakukan tiga pekerjaan untukku. Soal pertama meminjamkan To Liong To kepadaku, itupun sudah tercapai. Kedua dilarang menikah dengan nona Cioe, juga sudah dilaksanakan. Dan kini tinggal soal yang ketiga... jangan kau melanggar janjimu sendiri..."
"Hah?" Boe Kie terkejut. "Ahhh, kembali engkau mengeluarkan pikiran-pikiran sintingmu?"
"Engko Boe Kie," tertawa Tio Beng dengan riang. "Aku berpikir, karena alisku ini terlalu tipis dan buruk bentuknya, aku mohon engkau mau menambahkan- nya dengan melukisnya, agar lebih tebal. Dengan pit itu engkau bisa melukisnya untuk memperindah! Bukankah soal itu tidak melanggar peraturan Hiapgie dari pada kaum Boe lim!"
Boe Kie tertawa, sahutnya sambil menatap mesra sekali. "Oh, baiklah sayang... mulai sekarang sampai dunia berakhir, setiap hari aku akan melukis alismu itu, agar kau tampak semakin cantik!"
Dan kedua muda mudi itu telah tertawa dengan suara yang renyah, mengandung kebahagiaan.
Bunga di telaga berwarna putih. Teratai dan burung Hian selalu saling bertentangan tempat beradanya. Kesatria menang melawan penjajah. Rakyat tersenyum bahagia. Bayi menangis lincah dan bebas. Tanah yang gersang memerah kembali. Pohon-pohon tumbuh dengan durinya yang rindang subur. Semua tersenyum, sambil berseru. "Bebas!" Dan para pahlawan, kembali ke rumah masing-masing… TAMAT
Di edisi ke-2 sesudah paragraf di atas ditambahkan satu paragraf sbb:
Tiba-tiba di luar jendela ada orang tertawa berkata, "Kakak Wuji, kau pernah berjanji untuk melakukan suatu hal untukku."
Itu suara Zhou Zhiruo. Wuji sedang memusatkan perhatian menulis surat, tidak tahu kapan Zhiruo tiba di luar jendela. Jendela terbuka perlahan, di bawah cahaya lilin terlihat wajah cantik Zhou Zhiruo tersenyum samar-samar.
Zhang Wuji terkejut berkata, "Kau... kau ingin aku melakukan apa?".
Zhou Zhiruo berkata, "Saat ini aku belum tahu. Hari nanti waktu kau dan nona keluarga Zhao akan melakukan upacara pernikahan, mungkin aku akan tahu."
Zhang Wuji menoleh memandang Zhao Min, kemudian menoleh memandang Zhou Zhiruo. Sejenak segala macam perasaan muncul dalam hatinya, entah sedih entah gembira, tangannya bergetar, kuas menulis jatuh ke meja. TAMAT ----------------------------------------------------------
Di edisi ke-3, sesudah kalimat "Zhang Wuji terkejut berkata, "Kau... kau ingin aku melakukan apa?"
Kelanjutannya adalah sbb:
Zhou Zhiruo tersenyum berkata: "Kau ingin tahu keluarlah, aku beritahu."
Zhang Wuji menoleh memandang Zhao Min, kemudian menoleh memandang Zhou Zhiruo, sejenak segala macam perasaan muncul dalam hatinya, entah sedih entah gembira, tangannya bergetar, kuas menulis jatuh ke meja.
Zhao Min perlahan mendorong Zhang Wuji dan berkata: "Kau keluarlah, dengar dia mau berkata apa"
Zhang Wuji keluar melompati jendela, melihat Zhou Zhiruo berjalan perlahan, menyusulnya, kemudian berjalan berendengan. Zhou Zhiruo bertanya: "Besok kau mengantar Nona Zhao kembali ke Mongol, sejak saat ini ia tidak akan kembali ke Dataran Tengah lagi, kau bagaimana?"
Zhang Wuji berkata: "Aku juga mungkin mulai saat ini tidak akan kembali lagi. Kau ingin aku mengerjakan satu hal, apakah itu?"
Zhou Zhiruo perlahan berkata, "Satu jawaban ditukar dengan satu jawaban! Hari itu di Haozhou, Zhao Min tidak mengizinkan kau menikah denganku. Sesudah ini kau ke Mongol, siang malam selalu bersama Zhao Min, tapi tidak boleh melakukan upacara pernikahan."
Zhang Wuji terkejut bertanya, "Mengapa?"
Zhou Zhiruo menjawab: "Hal ini tidak melanggar nilai pendekar bukan?"
Zhang Wuji menjawab: "Tidak melakukan upacara pernikahan, tentu saja tidak melanggar nilai pendekar. Aku denganmu sebenarnya ada janji pernikahan, akhirnya juga tidak melakukan upacara pernikahan. Baik! Aku memenuhi permintaanmu. Sesudah kembali ke Mongol, aku dan Zhao Min tidak akan melakukan upacara pernikahan, tapi bagaimana pun akan seperti suami istri, melahirkan anak."
Zhou Zhiruo tersenyum berkata, "Begitu baguslah."
Zhang Wuji bertanya heran, "Kau menyusahkan kami seperti ini, apakah gunanya?"
Zhou Zhiruo tersenyum berkata: "Kalian walaupun seperti suami istri, melahirkan anak, lewat sepuluh tahun, delapan tahun, hatimu akan mengingat aku, tidak mengabaikan aku, cukuplah."
Sambil berkata, tubuhnya bergetar, pergi melayang di udara, menghilang dalam kegelapan.
Zhang Wuji dalam hati hampa, berpikir mulai saat ini setiap hari bersama Zhao Min tidak berpisah, seperti suami istri, melahirkan anak, tidak melakukan upacara pernikahan, begitu juga tidak apa-apa. Mengapa lewat sepuluh tahun, delapan tahun, hatiku mengingat Zhiruo, tidak mengabaikan Zhiruo?
Juga berpikir, "Dia nyatanya tidak menikah dengan Song Qingshu, denganku juga pernah ada janji pernikahan. Dia banyak berbuat salah padaku, sekarang dipikir lagi, juga tidak benar-benar jahat padaku. Ada beberapa urusan yang dia juga dipaksa oleh gurunya, tidak bisa tidak melakukan. Walaupun mencuri Golok Naga dan Pedang Langit, tapi sekarang Golok Naga sudah dikembalikan kepadaku, adik Yin Li juga belum meninggal..."
"Yang sangat mencintaiku, sangat ingin menikah denganku, selain Zhiruo, juga ada Zhao Min, ada Zhu Er, ada Xiao Zhao..."
Sifat Zhang Wuji hanya mengingat perbuatan baik orang lain padanya, juga makin diingat makin baik, dengan sendirinya memaafkan kesalahan orang lain, orang lain berbuat salah kepadanya seringkali juga karena cinta padanya, setelah berpikir seperti itu, perbuatan salah orang lain berubah menjadi perbuatan baik, bahkan di hatinya masih tertinggal sisa-sisa, juga berpikir:
"Siapa yang tidak pernah berbuat salah? Aku sendiri bukankah pernah berbuat salah kepada orang lain? Xiao Zhao memperlakukanku sangat baik, dia sudah kembali ke Persia, tidak menjadi ketua gadis suci juga tidak apa-apa. Zhu'er tidak lagi berlatih ilmu laba-laba beracun, mungkin suatu hari juga akan kembali mencari aku. Aku pernah berjanji menikahinya..."
Ke-empat gadis ini masing-masing pernah menaruh perasaan yang mendalam padanya, dia hanya mengingat kebaikan orang lain, kesalahan dan kekurangan orang lain semuanya sudah terlupakan, akhirnya semua orang sangat sangat baik. TAMAT -----------------------------------------------------
The story was adapted into a manhua series, illustrated by Ma Wing-shing and Jin Yong credited as the writer. In 2002 ComicsOne published an English translation of the manhua. While the plot details remain intact, some of the story's events were not presented in the same order as in the novel.
Video games
In 2000 Softworld released a RPG based on the novel. The game ends after the battle at Bright Peak.
In 2004 Softworld released another RPG. Instead of the traditional turn-based RPG, this version has a real-time battle system (similar to Diablo), and follows the entire story.
Kembalinya Pendekar Pemanah Rajawali (Hanzi: 神雕俠侶, hanyu pinyin: shen diao sia lu) adalah sebuah novel silat karya Jin Yong, merupakan bagian kedua dari Trilogi Rajawali. Di Indonesia kisah ini juga dikenal dengan judul Sin Tiauw Hiap Lu (dialek Hokkian). Cerita silat ini lebih populer dengan judul di atas karena diterjemahkan dari versi bahasa Inggris berjudul The Return of the Condor Heroes, terjemahan harfiah dari versi asli sebenarnya lebih tepat berjudul Pasangan Pendekar Rajawali Sakti.
Novel ini pertama kali diterbitkan 20 Mei 1959 pada harian Ming Pao selama 3 tahun. Novel ini adalah bagian ke dua dari Trilogi Rajawali. Tokoh utama dalam novel ini adalah Yang Guo putra Yang Kang dan kekasihnya Xiaolongnü.
Tokoh dalam kisah ini:
Yo Ko (Yang Guo) - tokoh utama dalam kisah ini, yatim piatu dari ayah Yo Kang dan ibu Bok Liamci. Kedua orang tua Yo Ko adalah tokoh dalam bagian pertama dari trilogi Rajawali, Kisah Pendekar Memanah Rajawali.
Siauw Lionglie (Xiaolongnü) - Kekasih sekaligus guru Yo Ko, murid dari partai Kuburan Kuno.
Kwee Ceng (Guo Jing) - Saudara angkat Yo Kang, ayah Yo Guo. Kwee Ceng membesarkan Yo Ko sejak meninggalnya ibunya Bok Liamci. Kwee Ceng adalah tokoh utama dalam Legenda Pendekar Pemanah Rajawali.
Oey Yong (Huang Rong) - Istri Kwee Ceng yang cerdik, putri dari Oey Yoksu, pemilik Pulau Bunga Persik, juga terkenal sebagai si Sesat Timur dalam rimba persilatan.
Kwee Hu (Guo Fu) - Putri sulung pasangan Kwee Ceng-Oey Yong. Kwee Hu tumbuh menjadi anak yang manja dan bertabiat buruk. Karena kesalahfahaman, merasa kehormatannya dihina oleh Yo Ko, Kwee Hu berniat membunuh Yo Ko dengan pedang pemberian Siauw Lionglie. Dalam perselisihan itu, tangan kanan Yo Ko dibuntungi oleh Kwee Hu.
Kwee Siang (Guo Xiang) - Putri pasangan Kwee Ceng-Oey Yong, sejak kecil telah mengalami banyak pangalaman hebat. Pertama-tama dia diculik oleh Siauw Lionglie untuk ditukarkan dengan penawar racun bunga asmara yang meracuni Yo Ko. Kemudian diculik oleh Li Mociu, setelah itu oleh Kimloen Hoat’ong, sebelum akhirnya diselamatkan oleh Yo Ko yang kemudain menyerahkannya kembali ke orang tuanya. Berbeda dengan kakak perempuannya, Kwee Hu, Kwee Siang berperawakan halus dan baik budi. Dia adalah kemudian menjadi pendiri partai Go Bie, partai yang berperan penting dalam Kisah Pedang Langit dan Golok Pembunuh Naga (bagian ketiga dari Trilogi Rajawali).
Li Mociu (Li MouChou) - Dikenal dengan julukan Dewi Ular, Kakak seperguruan Siauw Lionglie, diusir dari perguruan mereka setelah jatuh cinta pada pria yang tidak membalas cintanya. Dia merajalela di rimba persilatan dengan kekejamannya.
Kimloen Hoat’ong (JinLun FaWang) - Guru besar dari Tibet, menjadi penasehat utama kerajaan Mongolia. Dalam usaha menjadi pemimpin rimba persilatan dalam pertemuan para pendekar dia dikalahkan oleh pasangan Yo Ko dan Siauw Lionglie.
Kongsun Tit (Gongsun Zhi) - Pemilik Lembah Putus Cinta yang sangat kejam dan licik. Jatuh cinta kepada Siauw Lionglie, namun cinta Siauw Lionglie hanyalah buat Yo Ko seorang.
Kiu Chian Jin (Qui ChianChi) - Istri Kongsun Tit. Kongsun Tit pura-pura mencintainya, hanya untuk mempelajari ilmu keluarganya. Setelah ia menguasai ilmu keluarga Kiu, sang istri dibuang ke gua di bawah tanah di Lembah Putus Cinta.
Kisahnya adalah mengenai Kwee Ceng (Guo Jing), seorang anak yang dianggap banyak orang dungu dan naif, namun juga baik hati. Dengan kebaikan hatinya ia pernah menolong Jengis Khan dan sebagai balasannya ia dapat tinggal bersama Khan dan dianggap seperti anak sendiri. Ia kemudian bertualang bersama Oey Yong (Huang Rong) dan menemukan rahasia ilmu silat yang dahsyat dan bertemu dengan banyak pendekar terkenal, di antaranya adalah Kaisar Selatan (It Teng Taysu), Pengemis Utara (Ang Citkong), Racun Barat (Auwyang Hong), dan Sesat Timur (Oey Yok Su, ayah Oey Yong).
Kisah Legenda Pendekar Pemanah Rajawali ini telah berulang kali dibuat filmnya, baik yang versi layar lebar, maupun serial TV. Untuk versi layar lebar, salah satu versinya diperankan oleh mendiang Fu Sheng sebagai Kwee Ceng, dan Tanny Tien Niu sebagai Oey Yong. Pasangan Kwee Ceng dan Oey Yong ini merupakan salah satu pasangan dalam karya Jin Yong yang paling populer, karena Kwee Ceng yang jujur dan sedikit bodoh, berpasangan dengan Oey Yong yang nakal dan cerdas. Meskipun hubungan mereka awalnya mendapat banyak tentangan, namun pada akhirnya mereka bisa bersatu.
Untuk versi serial TV, telah banyak di buat versinya, antara lain :
The Legend of The Condor Heroes, produksi TVB Hongkong tahun 1982 dengan pemeran Felix Wong sebagai Kwee Ceng dan mendiang Barbara Yung sebagai Oey Yong
The Legend of The Condor Heroes, produksi TVB Hongkong tahun 1995 dengan Julian Cheung sebagai Kwee Ceng dan Athena Chu sebagai Oey Yong
The New Legend of The Condor Heroes, produksi Mainland, China, tahun 2001, dengan Li Ya Peng sebagai Kwee Ceng dan Zhao Sun sebagai Oey Yong
The New Legend of The Condor Heroes, produksi Mainland, China, tahun 2007, dengan Hu Ge sebagai Kwee Ceng dan Ariel Lin sebagai Oey Yong
Tokoh
Kwee Ceng (郭靖), dilahirkan dan dibesarkan di Mongolia, ia diajar oleh Tujuh Manusia Aneh dari Jiangnan (江南七怪武功). Kemudian ia juga belajar dari Ang Cit Kong dan Ciu Pek Tong. Lugu, lamban belajar dan tidak suka kekerasan, namun kejernihan pikirannya justru membantunya mempelajari ilmu silat tertinggi dari kitab Kiu Im Cin Keng. Ia adalah suami Oey Yong.
Oey Yong (黄蓉), anak Oey Yok Su, adalah anak manja dan sangat cerdas yang sedang menyamar sebagai pengemis ketika bertemu dengan Kwee Ceng. Ia juga diangkat sebagai murid oleh Ang Cit Kong dan menjadi ketua Partai Pengemis.
Yo Kang (杨康), sepupu angkat Kwee Ceng, dibesarkan oleh pangeran VI Negeri Kim, Wanyen Hunglieh.
Bok Liamci (穆念慈), kekasih Yo Kang, ibu dari Yo Ko.
Oey Yok Su (黄药师), si Sesat Timur, adalah seorang ahli ilmu silat dan ayah Oey Yong. Ia tinggal menyendiri di Pulau Bunga Persik
Ang Cit Kong (洪七公), si Pengemis Utara, adalah ketua Partai Pengemis. Walaupun tampak rakus karena suka makanan enak, ia adalah ahli ilmu silat dan selalu membela orang kecil.
Auwyang Hong (欧阳鋒), si Racun Barat, adalah seorang ahli ilmu silat dan racun. Ia ditipu oleh Oey Yong untuk mempelajari sebuah ilmu silat dengan urutan terbalik. Hal ini mengakibatkan pikirannya menjadi gila, namun kemampuan silatnya juga melejit.
It Teng Taysu (一灯大師), si Kaisar Selatan, adalah seorang ahli ilmu silat yang pernah menjadi raja. Suatu hari ia mengakibatkan kematian seorang anak kecil. Karena merasa bersalah, ia turun tahta dan menjadi biksu.
Tu Li (拖雷), anak kandung Jenghis Khan dan saudara angkat Kwee Ceng.
Go Chin (華箏), anak kandung Jenghis Khan yang jatuh cinta pada Kwee Cheng.
Jebe (哲別), ahli pemanah dan guru Kwee Ceng.
Ciu Pek Tong (周伯通), saudara seperguruan si Dewa Pusat Ong Tiong Yang, pendiri aliran Coan Cin. Walaupun sudah tua, tingkah lakunya seperti anak kecil. Namun ia juga ahli ilmu silat dan salah satu guru silat Kwee Ceng.
Auwyang Hok (歐陽克), keponakan Auwyang Hong. Sebenarnya ia adalah anak kandung Auwyang Hong. Ia dibunuh Yo Kang karena mencoba untuk memperkosa Bok Liamci.
Latar belakang dimulai saat invasi bangsa Kim/Jin ke wilayah Song/Sung. Dua pendekar Yo Tiat Sim dan Kwee Siauw Thian berjuang bersama menentang invasi bangsa Kim. Mereka bersahabat erat dan akhirnya mengangkat saudara. Saat istri mereka hamil, mereka mengungsi menghindari pertempuran, dan berjanji apabila kedua anak mereka lahir, bila berbeda jenis kelamin akan dinikahkan, bila sama akan mengangkat saudara. Peperangan tak terelakkan dan Kwee Siauw Thian terbunuh difitnah oleh pengkhianat dari bangsa sendiri, sementara anak lelakinya Kwee Ceng terlunta-lunta dibesarkan ibunya di gurun pasir Mongolia, sampai diselamatkan oleh Jengis Khan. Yo Tiat Sim menghilang dan terpisah dari anak istrinya. Istri Yo Tiat Sim mengira suaminya telah meninggal dan dijebak hingga terpaksa menjadi selir Pangeran VI dari negeri Kim. Anak mereka, Yo Kang tumbuh sebagai putra pangeran bangsa Kim. dia pun mendapat kan apa yg dia suka dan kwe cheng menjadi anak nya
Plot Utama mengisahkan dua saudara angkat yang terpisah dan mempunyai sifat yang bertolak belakang. Kwee Ceng adalah pemuda jujur, polos, setia, lamban belajar namun keras kepala dan tekun berlatih. Sebaliknya Yo Kang sangat pintar, licik dan oportunis. Yo Kang bertemu dengan wanita yang dicintainya, Bok Liam Cioe yang ternyata adalah anak angkat dari ayah kandungnya Yo Tiat Sim yang menghilang. Namun Yo Kang tidak mau mengakui ayah kandungnya karena lebih senang menjadi pangeran bangsa Kim. Ia sempat mencoba kembali menjadi rakyat biasa dari bangsa Song namun tidak bertahan lama karena merindukan kenyamanan dan kekuasan sebagai pangeran. Sementara Kwee Ceng yang berkelana dari Mongolia ke daratan Cina untuk membalas dendam terhadap pembunuh ayahnya, bertemu dengan Oey Yong, gadis kelewat cerdas yang merupakan anak salah satu dari 5 Datuk Persilatan yang terkenal. Oey Yong awalnya menyamar sebagai pengemis dan jatuh cinta akan kepolosan dan kejujuran Kwee Ceng.
Petualangan Kwee Ceng dan Oey Yong berkelana bersama membawa mereka berinteraksi dengan pendekar-pendekar dunia persilatan, diantaranya 5 Pendekar Besar Datuk Persilatan: Sesat Timur Oey Yok Soe, Racun Barat Auwyang Hong, Kaisar Selatan It-teng Taysu, Pengemis Utara Ang Cit Kong serta Bocah Tua Nakal Cioe Pek Tong. Intrik-intrik perebutan kitab silat Kiu Im Cin Keng, kitab perang Bu Bok, serta hubungan Kwee Ceng dan Oey Yong yang ditentang ayah Oey Yong dan guru Kwee Ceng mewarnai kisah trilogi pertama ini. Sementara Yo Kang malah membantu bangsa penjajah Kim yang telah membunuh orang tua kandungnya, untuk menghancurkan negerinya sendiri. Kwee Ceng dan Yo Kang yang sebenarnya bersaudara angkat kini malah berseteru dengan tujuan yang berbeda. Kecerdasan Oey Yong banyak membantu Kwee Ceng menyelesaikan berbagai masalah pelik, termasuk strategi perang saat kembali ke Mongol untuk mendukung Jengis Khan menaklukkan bangsa Kim.
Akhir Cerita Setelah kemenangan bangsa Mongol atas bangsa Kim, Jengis Khan malah ingin meluaskan wilayahnya dan memaksa Kwee Ceng untuk menyerang tanah kelahirannya sendiri, Song. Kwee Ceng menolak dan kembali ke Song untuk melawan invasi Mongol, walau selama ini Jengis Khan telah membesarkan ia dan ibunya. Sementara Yo Kang yang akhirnya menemui ajal akibat kelicikannya sendiri, meninggalkan istrinya Bok Liam Cioe yang sedang hamil. Kwee Ceng dan Oey Yong memberi nama bayi Yo Kang tersebut dengan nama Yo Ko yang artinya memperbaiki kesalahan, dengan harapan ia akan menjadi pendekar berbudi dan tidak mengulang kesalahan yang dilakukan Yo Kang semasa hidup. Yo Ko inilah tokoh utama dalam kisah selanjutnya "Rajawali Sakti dan Pasangan Pendekar". Akhir cerita, invasi bangsa Mongol terhenti sementara karena kematian Jengis Khan akibat sakit. Kwee Ceng dan Oey Yong menikah dan tinggal di Pulau Bunga Persik.